Potret orang-orang yang tinggal di Indonesia bagian Indonesia Tenggara. Mereka tidak dilupakan. tuhan mengasihi mereka sama seperti Dia mengasihi kita.

Sebagaimana kita berjalan didalam kebenaran, semakin kita mengerti bahwa kasih yang kita miliki dengan Yesus bukan hanya kita simpan sendiri. Hal itu seharusnya mengalir kepada orang lain. Untuk menolong mereka mmelihat terang, yaitu terdapat banyak hal lainnya lagi tentang kekayaan hidup, yaitu untuk mengenal Sang Pencipta kehidupan.  

Kasih yang kita miliki seharusnya kita bagikan kepada orang lain. Karena hatinya Tuhan adalah untuk bangsa-bangsa sehingga orang-orang kembali kepadaNya. 

 

 Seorang ibu yang tinggal di pulau yang jauh, tersenyum dengan berani. Giginya yang rusak tidak menghalanginya untuk tetap tersenyum.

Seorang ibu tinggal disebuah rumah seng, sedang melihat ke luar melalui jendelanya.

Anak-anak yang tinggal di pesisir pantai bermain di pantai setiap sore hari.

Seorang anak yang tinggal di daerah terpencil, dimana tidak ada cukup kepedulian kesehatan

Seorang ibu memakan pinang yang mewarnai bibirnya.

Dia memiliki tujuan hidup dari Sang pencipta.

Seorang anak yang bermata terang berbinar. Dia sudah lama pilek yang menyebabkan luka-luka kecil di sekitar hidungnya.

Kami berdoa biarlah Sang Fajar Pagi bersinar di wajahnya.

Berharga dimata Tuhan.

Seorang Bapak yang ramah yang tinggal di atas gunung.

Seorang ibu tua yang tinggal di rumah bambu kecil bersama keluarganya.

Seorang Bapak yang mengunyah pinang setelah makan untuk membuatnya merasa tenang.

Diciptakan dengan dahsyat dan ajaib.

Kebanyakan ibu-ibu Indonesia membubuhkan banyak bedak di wajah anak-anaknya setelah mandi.

Maka katanya kepada murid-muridNya, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. ” (Matius 9:37-38)

 

 

“Siapa yang akan pergi untuk mereka?”

Comments are closed.